Bacalah Al-Quran Meski Tidak Faham Artinya

 

ditulis oleh: Abdul Adzim

Pada bulan Ramadhan, segala amalan menjadi berlipat ganda pahalanya. Diantara amalan yang sangat diprioritaskan di bulan Ramadhan adalah memperbanyak membaca al-Qur’an meski belum faham maknanya karena membaca al-Qur’an merupakan sebaik-baiknya ibadah bagi umat Nabi Muhammad ﷺ. Rasulullah ﷺ bersabda:

أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ
“Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR. al-Baihaqi).
Juga karena setiap huruf yang dibaca akan diberi balasan satu kebaikan. Setiap kebaikan dilipatkan menjadi sepuluh, sebagaimana keterangan hadits dalam hadits riwayat Abdullah Ibnu Mas‘ud yang cukup familiar menyatakan:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf,” (HR. At-Tirmidzi).
Sayyidah Aisyah ra berkata:
قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلٌي اللٌهُ عَلَيهِ وَ سَلٌم الَماهر باِلقُرانِ مَعَ السَفَرَةَ الكِرَامِ الَبَرَرَةِ وَاٌلَذِي يَقُراٌ القُرانَ وَيَتَتَعتَعُ فِيه وَهُوَ عَلَيهِ شَاقٌ لَه اَجَران.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Orang yang ahli dalam al-quran akan berada bersama malaikat pencatat yang mulia lagi benar, dan orang terbata-bata membaca al-Qur’an sedang ia bersusah payah (mempelajarinya), maka baginya pahala dua kali.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud).
Al-Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya ulumiddin juz 1 hlm 274 cet. al-Haramain mengutip cerita Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan:
رأيت الله عز وجل في المنام فقلت يا رب ما أفضل ما تقرب به المتقربون إليك قال بكلامي يا أحمد قال قلت يا رب بفهم أو بغير فهم قال بفهم وبغير فهم
“Aku bermimpi bertemu Allah ﷻ di dalam tidurku lalu aku berkata: Wahai Tuhanku, apa ibadah (taqarrub) yang paling utama yang dilakukan oleh orang-orang yang mendekatkan diri kepada-Mu?. Allah ﷻ menjawab; Dengan Kalam-Ku wahai Ahmad, beliau berkata; aku (imam Ahmad) berkata; Wahai Tuhanku, dengan kefahaman atau dengan tanpa kefahaman. Allah ﷻ menjawab: Dengan kefahaman atau tanpa kefahaman.
Wallaahu a’lamu..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *